Minggu, 09 November 2008
Kamis, 01 Mei 2008
Salah Naik Bis
Si lelaki yang mabuk itu melompat kaget seraya berkata, " Stopppp.. Kiriiii.. Aku salah naik bis."
Bakar satu-satu
Ibu : "Berarti bapak setuju dengan adanya banyak pabrik rokok di negara ini, yang hanya membuat bangsa ini melarat?"
Ayah : "Sebenarnya saya gak setuju dengan adanya pabrik rokok di negara kita ini!"
Ibu : "Trus, knapa masih merokok?" Ayah : "Sebenarnya ingin sekali saya membakar pabrik rokok itu... tetapi apa daya... itu melanggar hukum, maka dari itu saya bakar satu-satu!"
ibu : "@#$%%^"
SI JOJON
"Bu, sepatuku hilang sebelah!" Spontan murid yang lain menjawab: "Aah paling si Jojon Bu!Memang dia suka begitu."
Si Jojon menjawab, "Hei teman2 jangan sembarangan menuduh dong, buktinya mana?" "Hayo kita geladah bangkunya!" Murid-murid serentak menjawab, "Ayo boleh aja" Kata si Jojon ngga mau kalah.
Setelah cukup lama digeladah ternyata memang ditemukan sepatu si Tining didalam laci mejanya.
Pelajaran berikutnya adalah pelajaran sejarah. "Anak anak sebelum saya mulai saya ingin ngetes kalian untuk mengetahui siapa yang sudah menghafal"
"Tono, siapa yang membunuh Ken Arok!" Si tono lama terdiam, "Saya ngga tau pak, mungkin si Jojon tau Pak" "Hayo Jojon siapa yang membunuh Ken Arok!"
"Lho Pak jangan asal nuduh Pak, mana saya tau yang membunuh, hai temen temen jangan asal nuduh ya coba buktiin sekarang kalau memang saya benar benar menbunuh Ken Arok, lahir aja belon..."
"Sudah keluar kamu sana" kata Pak Guru.
Sabtu, 26 April 2008
Gara-gara baju
Seorang guru bertanya ke salah satu muridnya.
Guru : Mat, Kenapa kemarin kamu tidak masuk sekolah ?
Mamat : Begini bu, kemarin khan saya kehujanan dan baju seragam saya hanya satu jadi saya cuci dulu. Dua hari kemudian, Mamat nggak masuk sekolah lagi.
Guru : Mat, kenapa kamu tidak masuk sekolah lagi ?
Udin : Begini bu, kemarin saya sudah berangkat ke sekolah. Tapi ketika saya lewat rumah bu guru, saya lihat baju Ibu lagi dijemur, saya pikir ibu juga tidak masuk sekolah kemarin.
Pegangan
Udin mengantarkan neneknya berobat ke dokter, naik sepeda motor.
Udin: Ayo nek, naik boncengan, jangan lupa pengangan yang erat ya.
Nenek: Iya, ini juga nenek sudah pegangan erat koq.
Udin: Jangan lupa pengangannya yang erat ya, nek !!!! (kata Udin lagi mengingatkan)
Nenek: Iya, nenek sudah pegangan yang erat, cerewet amat.
Udin: Ok, kalo begitu kita berangkat ya, nek.
Udin lalu mulai meng-gas motornya, lalu terdengar benda jatuh BRUAAAAKKKK!!!!! Udin kaget, lalu menoleh ke belakang, ternyata si nenek terjatuh dari motornya.
Udin: Lho koq bisa jatuh sih, nek? Nenek gak pengangan ya?
Nenek: Nenek malah pegangan yang erat koq!!!!
Udin: Memangnya nenek pengangan dimana?
Nenek: Di pagar rumah.
Udin: "$%^&(#....."
Biaya Dokter Gratis Teman Sendiri
Yayat dan Budi berkawan baik sejak dari SD. Pada suatu hari mereka bercakap-cakap tentang cita cita mereka.
Budi: "Eh... Yat nanti kalo kamu udah gede kamu mau jadi apa"Yayat: "Ohh... kalo sayang pengen jadi Dokter, nah kalo kamu Bud?"
Budi: "Acikkkk kalo kamu jadi dokter biar aku jadi pasiennya aja dech, kan bisa gratis"
Yayat: "Ehh..., tapi aku mau jadi dokter hewan".

